Senin, 16 Desember 2019

Move On Menghadapi Piala AFF 2020 Indonesia Harus Menang

Hasil gambar untuk indonesia u23Bola.com, Jakarta -Kesal. Marah. Kecewa. Sedih. Perasaan campur aduk dirasakan publik sepak bola Indonesia. Timnas Indonesia U-22 gagal menjadi juara SEA Games 2019 usai ditekuk Vietnam dengan skor 0-3 di Stadion Rizal Memorial, Filipina, Selasa (10/12/2019). Penantian selama 28 tahun untuk bisa bergembira merayakan medali emas sepak bola berlanjut.


Cap spesialis runner-up di persaingan level Asia Tenggara kian menstigma Indonesia. Sepanjang sejarah penyelenggaraan SEA Games, mulai bernama Peninsular Games (negara kita belum ikut serta), Tim Merah-Putih tercatat baru dua kali meraih medali emas, yakni pada edisi 1987 dan 1991.
Indonesia tercatat lima kali menjadi runner-up, sama dengan jumlah medali emas yang diraih Myanmar. Thailand mendominasi perhelatan SEA Games dengan raihan 16 medali emas, disusul Malaysia dengan enam emas. Butuh 24 tahun (14 kali SEA Games) untuk menyamai gelar Negeri Gajah Putih. Dengan catatan mulai SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam, Tim Garuda Muda selalu juara.
Julukan spesialis runner-up juga didapat Timnas Indonesia di ajang Piala AFF. Lebih parah lagi. Di turnamen sepak bola paling elite tersebut, Tim Merah-Putih malah belum pernah juara. Paling mentok menjadi finalis, yakni pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016.
Kesialan Indonesia, mirip-mirip Inggris di persaingan level dunia. Negara yang jadi penemu olahraga Si Kulit Bundar itu tercatat baru sekali menjadi juara Piala Dunia pada edisi 1966. Di ajang Piala Eropa, Three Lions bahkan belum pernah merasakan nikmatnya angkat trofi.
Inggris sebetulnya punya basis massa pencinta sepak bola yang belimpah. Mereka amat loyal memberikan dukungan ke tim kesayangannya. Di setiap laga away, suporter Inggris selalu terlihat ada memberi dukungan di tribun. Cerita-cerita negatif keributan suporter yang dilakukan Inggris yang dikenal bapaknya hooliganisme sering tersaji di berbagai event dunia.
Hampir mirip dengan negara kita. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia paling gila urusan sepak bola.
Lihat saja serbuan komentar netizen Indonesia ke akun Instagram pribadi pemain Vietnam, Doan Van Hau, yang aksi kasarnya membuat Evan Dimas menepi dari lapangan pada pertengahan babak pertama pertandingan final SEA Games melawan Vietnam. Netizen +621 gitu lho, jangan coba-coba dilawan. Ambyar.
Mari kita tengok bagaimana Vietnam bisa sukses jadi penguasa sepak bola Asia Tenggara beberapa tahun belakangan. Selain menjadi jawara di SEA Games 2019, Tim Negeri Paman Ho juga jadi kampiun Piala AFF 2018.
Sejak kedatangan Park Hang-seo pada Oktober 2017 sebagai pelatih kepala Timnas Vietnam, sepak bola di negara itu mengalami gairah luar biasa, mengacu pada prestasi yang dicatatkan timnas.
Vietnam boleh dikatakan mendominasi pentas sepak bola ASEAN dan bahkan mampu menjadi sorotan level Asia dalam rentang dua tahun terakhir ini.
Sebagai pelatih kepala di timnas senior, U-23, dan U-22, Park Hang-seo menghadirkan berbagai prestasi prestius dan membantu Vietnam mengukir rekor-rekor baru.
Mulai mengantar Timnas Vietnam U-23 sebagai finalis Piala AFC U-23 2018, semifinalis Asian Games 2018, serta membawa timnas senior jadi juara Piala AFF 2018 dan perempat final Piala Asia 2019.
Bicara pencapaian bersama timnas senior, dominasi Park Hang-seo di ASEAN sangat terasa. Seperti dilansir dari The Thao, sejak membesut the Golden Dragon, pelatih asal Korea Selatan itu membukukan rekor memukau, khususnya saat menghadapi melawan tim-tim asal ASEAN.
Dari total 13 pertandingan melawan tim ASEAN, Park Hang-seo dan Timnas Vietnam memenangi 10 laga, imbang tiga kali, belum pernah kalah, dan mencapai rataan mencapai 76,9 persen, dengan memasukkan 24 gol serta hanya kemasukan tujuh gol.
Jumlah 13 laga itu datang dari pertandingan resmi maupun persahabatan melawan tujuh negara ASEAN, yakni Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Kamboja, Indonesia, dan Thailand.
Tiga negara yang sejauh ini berhasil menahan Vietnam di era Park Hang-seo adalah Myanmar (di penyisihan grup Piala AFF 2018), Malaysia (leg pertama final Piala AFF 2018), dan Thailand (penyisihan grup kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia).
Data-data ini belum termasuk SEA Games 2019. Tim Negeri Paman Ho menjadi juara dengan rekor mentereng, memenangi enam pertandingan dan hanya bermain imbang 2-2 kontra juara bertahan Thailand di fase penyisihan. Statistik mempertegas bahwa Vietnam memang pantas menjadi kampiun SEA Games.

9 komentar: